Tujuan:
Blog ini di buat bertujuan untuk menjelaskan apa itu system informasi
manajemen, seperti Pengertian System Informasi Manajemen, Prasyarat
sistem informasi, Tujuan sistem informasi manajemen, Manfaat
dan peran sistem informasi manajemen, Data dan informasi, Karakteristik
informasi siap pakai,
Input proses dan output, Pengendalian
sistem informasi Dll.
Pengertian
Informatika Secara Umum :
Ada beberapa jenis pengertian
informatika dari beberapa sumber di antaranya:
a.
Menurut Wikipedia "Informatika
merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu
data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi".
b.
Menurut Institut Teknologi Bandung
(ITB) "Teknik Informatika adalah kumpulan disiplin yan mengolah fakta
berlambang data dan informasi menggunakan mesin (komputer)".
c.
Menurut IT "Pengertian
informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari
beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan
hasil pemrosesan data serta menampilkannya dalam bentuk informasi".
Sedangkan bidang ilmu yang termasuk dalam informatika,
meliputi beberapa macam, termasuk di dalamnya, ilmu komputer, ilmu informasi,
teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Aspek
dari informatika sebenarnya lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis
komputer saja karena masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses
dengan komputer yang dapat dimasukkan di dalam aspek informatika ini.
A. Pengertian System Informasi Manajemen
Ada beberapa pendapat para ahli
mengenai pengertian sistem informasi manajemen, sebagai berikut :
1.
David Kroenke
Sistem
Informasi Majanement adalah pengembangan dan penggunaan sistem-sistem informasi
yang efektif dalam organisasi.
2.
Mc. Leod
Sistem
Informasi Manajemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis computer yang
menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan serupa.
Informasi digunakan oleh pengelolah ataupun staf lainnya pada saat mereka
membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
3.
Stoner
Sistem
Informasi Manajemen merupakan metode formal yang menyediakan informasi yang
akurat dan tepat waktu pada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan
keputusan dan membuat organisasi dapat melakuakan fungsi perencanaan, operasi
secara efektif dan pengendalian.
B. Prasyarat sistem informasi
Sistem
Informasi merupakan sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur,
dan aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi
informesi yang bermanfaat untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
Sebuah sistem informasi dapat dikatakan sistem iformasi yang baik jika memenuhi
syarat sebagai berikut:
1.
Sistem harus dibentuk untuk
menyelesaikan suatu tujuan
2.
Elemen sistem harus mempunyai
rencana yang ditetapkan
3.
Adanya hubungan diantara elemen
sistem
4.
Unsur dasar dari proses lebih
penting dari pada elemen system
5.
Sistem informasi memiliki
sifat-sifat sebagai berikut:
a)
Pemprosesan informasi yang efektif
b)
Menejemen informasi yang efektif
c)
Keluwesan
d)
Kepuasan pemakai
6.
Sistem informasi memiliki kemampuan
sebagai berikut:
a)
Memiliki kecepatan akses
b)
Menyediakan kecepatan, komunikasi
akurat, dan kalaborasi
c)
Menyimpan informasi dalam jumlah
besar
d)
Akses yang cepat dan tidak mahal
7.
Sistem informasi memiliki komponen
sebagai berikut ini:
a)
Blok masukan. Input disini termasik
metode-metode yang digunakan yntuk menangkap data yang berupa dokumen-dokumen
dasar
b)
Blok model. Kombinasi prosedur,
logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang
tersimpan dibasis data
c)
Blok luaran. Sistem infomasi yang
baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan
d)
Blok Teknologi. Digunakan untuk menerima
masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilka dan
mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan
C. Tujuan sistem informasi manajemen
1.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan didalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang
diinginkan perusaan
2.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan
berkelanjutan
3.
Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan
D. Manfaat dan peran sistem informasi manajemen
1.
Manfaat Sistem Informasi Manajemen
(SIM)
a)
Memberikan dukungan dalam
pengumpulan informasi
b)
Digunakan secara efektif guna
mendukung setiap tingkatan
c)
Membantu untuk mereleasasikan
keputusan dalam tingkatan
d)
Meningkatkan aksesibilitas data yang
tersaji
e)
Menjamin tersedianya kualitas dan
keterampilan
2.
Peran sistem informasi manajemen
a)
Meningkatan efisiensi operasional,
agar dapat membantu perusahaan untuk menjalankan startegi keunggulan biaya
b)
Memperkenalkan inovasi dalam bisnis,
yaitu dengan cara membangun biaya pertukaran kedalam huubungan antara
perusahaan dengan konsumen
c)
Membangun sumber informasi
strategis, memapukan sumber informasi strategis
E. Data dan informasi
1.
Data
a)
Pengertian data
Adalah
fakta-fakta mentah yang harus dikelola unuk menghasilkan suatu informasi yang
memiliki arti bagi suatu organisasi
b)
Jenis-jenis data
Ø
Berdasarkkan cara memperolehnya
·
Data primer
·
Data sekunder
Ø
Berdasarkan sifat data
·
Data kuantitatif
·
Data kualitatif
Ø
Berdasarkan sumber data
·
Data internal
·
Data eksternal
Ø
Berdasarkan cakupan pengumpulannya
·
Data sensus
·
Data sampel
Ø
Berdasarkan dinamika data
·
Data statis
·
Data semi dinamis
·
Data dinamis
2.
Informasi
a)
Pengertian informasi
Adalah hasil proses atau hasil pengolahan data yang meliputi
hasil penggabungan, hasil analisis, hasil penyimpulan, dan hasil pengolahan
sistem informasi komputerisasi.
b)
Manfaat informasi
·
Meningkatkan pengetahuan pemakai
·
Mengurangi ketidak pastian dalam pengambilan
keputusan
·
Menggambarkan keadaan peristiwa yang
terjadi
·
Mengurangi keanekaragaman yang tidak
diperlukan
c)
Sifat informasi
·
Mudah diperoleh
·
Luas dan lengkap
·
Ketelitian
·
Kecocokan
·
Ketepatan waktu
·
Kejelasan
·
Keluwesan
·
Dapat dibuktikan
·
Tidak ada prasangka
d)
Ciri-ciri informasi
·
Kuantitas informasi dan kualitas
informasi
·
Informasi actual dan relavan
·
Ketepatan dan kebenaran informasi
·
F. Jenis-jenis sistem informasi
Berikut Ringkasan Tentang
Jenis-Jenis Sistem Informasi :
v
Mengenal berbagai sistem informasi
dari berbagai sudut pandang
v
Memahami secara singkat proses
berbgai jenis sistem informasi
v
Memahami manfaat masing-masing jenis
sistem informasi
v
Level Organisasi
v
Area Fungsional
v
Dukungan yang diterima
v
Arsitektur
v
Sistem informasi departemen
v
Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
v
Sistem informasi perusahaan
(enterprise information system)
v
Contoh : sistem informasi perguruan
tinggi
v
Sistem informasi antarorganisasi
v
Contoh : eCommerce
v
Sistem informasi berdasarkan area
fungsional
v Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang
yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh
:
v Sistem Informasi Akuntansi
v
SI yang menyediakan informasi yang
dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
v
Mencakup semua transaksi yang
berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
v
Sistem Informasi Keuangan
v
SI yang menyediakan informasi pada
fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
v
Misal : Cash Flow dan informasi
pembayaran
v
Sistem Pemrosesan Transaksi
(Transaction Processing System/TPS)
v
Sebuah sistem yang meng-capture dan
memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran,
KRS, reservasi dll
v
Sistem Informasi Manajemen
(Managemen Information System/MIS)
v
Sistem informasi yang menyediakan
pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan
operasi organisasi.
v
Sistem Pendukung Keputusan (Decissin
Support System/DSS)
v
istem informasi yang
menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk
membantu pembuatan keputusan.
v
Sistem Informasi Eksekutif
(Executive Information System/EIS)
v
Sistem informasi yang diperuntukkan
oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa
rencana tersebut.
v
Sistem Pakar (Expert System)
v
Sistem informasi yang meng-capture
dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil
keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
v
Sistem Komunikasi dan Kolaborasi
(Communication and Collaboration System)
v
Sistem yang memungkinkan komunikasi
lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan
kemampuan berkolaborasi.
v
Sistem Otomatisasi Kantor (Office
Automation System)
v
Sistem informasi yang mendukung
aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang
diperbaiki antar personil.
v
Sistem Pemrosesan Transaksi
(transaction processing system atau TPS)
v
Sistem Informasi
Manajemen(management information system atau MIS)
v
Sistem Otomasi Perkantoran (office
automation system atau OAS)
v
Sistem Pendukung Keputusan
(decission support system atau DSS)
v
Sistem Informasi Eksekutif
(executive information systematau EIS)
v
Sistem Pendukung Kelompok
(group support system atau GSS)
v Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau
ISS)
G. Karakteristik informasi siap pakai
Informasi
yang baik merupakan hal penting dalam pengambilan suatu keputusan, kualitas
infromasi sangat menentukan keputusan yang diambil. Oleh karena itu informasi
yang baik dan siap pakai sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan.
Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap pakai
Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap pakai
1. Akurat
Syarat utama informasi dikatakan
siap pakai adalah akurat. Informasi yang diterima harus benar, merefleksikan
fakta yang sebenarnya, tepat, dan sebaiknya merupakan hasil analisis statistik
yang baik.
2. Tepat Waktu
Selain akurat informasi harus tepat
waktu, dalam arti informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan. Misalnya
bagian pemasaran dan pemesanan barang harus mengetahui jenis dan jumlah stok
barang di gudang. Jangan sampai bagian pemasaran menjanjikan pengiriman barang
kepada konsumen sementara stok barang di gudang tidak tersedia. Bagian
pemasaran perlu mengetahui jumlah seluruh stok barang digudang guna keperluan
pengirimannya.
3. Relevan
Selanjutnya karakteristik informasi
siap pakai adalah relevan, dalam arti informasi yang disampaikan memiliki
hubungan terkait dengan keputusan yang akan diambil. Misalnya, hal-hal yang
perlu dipertimbangkan dalam menyeleksi calon pegawai adalah latar belakang
pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, usia, gender
maupun status calon pegawai.
4. Lengkap dan Memadai
Karakteristik selanjutnya adalah
informasi yang diterima harus lengkap dan memadai dalam kuantitas dan kualitas
sesuai laporan yang dibutuhkan. Misalnya, pemegang saham ingin meninjau secara
langsung seluruh laporan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan harus
menyediakan informasi secara rinci berupa neraca keuangan, laporan laba-rugi,
laporan arus kas dan lain sebagainya.
5. Up to Date
Informasi juga harus Up to Date, hal
ini karena lingkungan selalu mengalami perubahan setiap saat. Perubahan dapat
menimbulkan kesempatan tersendiri. Perubahan tersebut tidak dapat dicegah
melainkan harus di antisipasi dengan baik. Oleh karena itu informasi yang diperoleh
terbaru dan mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi dan memudahkan
manajemen mengambil keputusan yang tepat.
6. Dapat Diandalkan
Informasi harus handal dan dapat
dipercaya, juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi yang tidak
jelas sumbernya akan tidak handal dan tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya. Dengan demikian sumber informasi harus terpercaya/ diperoleh
dengan cara tepat, dan diroses dengan cara yang benar, serta pendistribusiannya
dapat dipercaya.
7. Dapat Dimengerti
Karakterisitik informasi selanjutnya
adalah dapat dimengerti, informasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan baik
agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat keputusan, meskipun pengguna
informasi dianggap memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami informasi
tersebut. Jika informasi mudah dimengerti oleh pengguna informasi maka proses
pembuatan keputusan dapat dipercepat.
8.
Dapat
Dibandingkan
Informasi
harus dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan saat ini, masa lalu, dan
masa yang akan datang, serta kemampuan potensial yang dimiliki kepada pihak
asing.
H. Input, proses, dan output
Dalam Perangkat
Keras (Hardware) Komputer, terdapat 3 Buah Konsep perangkat keras,, yakni:
Alat Input
adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau perintah kedalam komputer. Contoh dari alat input antara lain:
·
Keyboard–> Papan Ketik yang berfungsi memasukan data baik itu
char(Karakter),number(nomor) atau symbol.
·
Touch pad
·
Track ball
·
Light Pen
·
Handy cam
Alat Pemproses adalah
alat-alat yang berfungsi mengolah data kedalam komputer setelah mengalami proses
Input. Contoh dari alat pemproses adalah Processor
Alat Output adalah
alat-alat yang berfungsi mengeluarkan data-data yang berbentuk informasi. Contoh
dari alat Output adalah:
I. Pengendalian sistem informasi
1.
Keterampilan untuk mengelola
pengendalian sistem informasi
a)
Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan
informasi
b)
Kemampuan mengendalikan proses
transformasi informasi
c)
Emampuan mengendalikan organisasi
pelaksanaan sistem informasi
2.
Pembagian pengendalian sistem
informasi
a)
Pengendalian umum
b)
Pengendalian aplikasi
3.
Cara mengenali pengendalian sistem
informasi
Pengendalian ini dilakukan mulai
dari proses pengembangan sistem, desain sistem, dan saat pengoperasian sistem.
A. Menghimpun data
I.
Pengertian
pengumpulan
data
Pengumpulan data merupakan langkah yang cukup penting dalam penelitian.
Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian
hipotesis yang telah dirumuskan. Oleh karena itu, pengumpulan data harus
dilakukan dengan sistematis, terarah dan sesuai dengan masalah penelitian.
Teknik pengumpulan data erat hubungannya dengan masalah penelitian yang
akan dipecahkan. Karena itu, pemilihan teknik dan alat pengumpulan data yang
sesuai perlu diperhatikan. Dalam penelitian, penggunaan teknik dan alat
pengumpulan data yang tepat (sesuai) dapat membantu pencapaian hasil (pemecahan
masalah) yang sahih (Valid ) dan andal
(Reliable).
(Reliable).
Ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan sebelum pengumpulan data dilakukan, yaitu :
1. jenis data yang diperoleh,
2. sumber data,
3. cara pengumpulan data, dan
4. jumlah data yang diperlukan.
1. jenis data yang diperoleh,
2. sumber data,
3. cara pengumpulan data, dan
4. jumlah data yang diperlukan.
Berdasarkan sumber, data dapat dibedakan menjadi data primer dan sekunder. Data Primer adalah merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Biasanya, pengumpulan data primer membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tinggi. Keuntungan penggunaan data primer ini adalah dapat dipercaya.
Data Sekunder, adalah informasi yang telah
dikumpulkan pihak lain. Jadi dalam hal ini peneliti tidak langsung memperoleh
data dari sumbernya. Peneliti bertindak sebagai pemakai data. Data sekunder
dibagi menjadi dua kelompok menurut sumbernya, yaitu :
1) Data Internal, yang tersedia di tempat
penelitian di lakukan,
2) Data eksternal, yaitu merupakan data
perolehan dari pihak luar.
Penggunaan data sekunder dapat menghemat
waktu, biaya, dan tenaga. Akan tetapi, data yang diperoleh belum tentu sesuai
dengan keinginan atau maksud peneliti, serta tidak diketahui dengan pasti
kebenarannya.
II.
Metode dalam Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data erat kaitannya dengan metode (cara) pengumpulan
data penelitian yang digunakan. Ada tiga metode penelitian yang sering
digunakan, yaitu : Sensus, sampling dan studi kasus.
1.
Metode Sensus
Dalam metode sensus, pengumpulan data yang diperlukan dilakukan terhadap seluruh populasi yang cirinya hendak diketahui. Jadi, data yang diperoleh dapat menunjukkan ciri keseluruhan populasi yang sebenarnya. Penggunaan metode ini membutuhkan biaya tinggi, waktu dan tenaga yang relatif banyak.
Dalam metode sensus, pengumpulan data yang diperlukan dilakukan terhadap seluruh populasi yang cirinya hendak diketahui. Jadi, data yang diperoleh dapat menunjukkan ciri keseluruhan populasi yang sebenarnya. Penggunaan metode ini membutuhkan biaya tinggi, waktu dan tenaga yang relatif banyak.
2.
Metode Sampling
Metode sampling paling sering digunakan
dalam penelitian. Dalam metode ini, pengumpulan data dilakukan dari sebagian
populasi yang dianggap mewakili keseluruhan ciri populasi yang dikehendaki.
3.
Metode Studi Kasus
Dalam metode studi kasus, penelitian
dilakukan terhadap satu aspek tertentu yang telah ditentukan. Pengumpulan
datanya juga dilakukan terhadap sebagian populasi yang mewakili (yang hendak
diteliti). Hasil penelitian (kesimpulan) yang diperoleh dengan metode ini tidak
dapat digeneralisasikan, tetapi merupakan nilai khusus (specific value ) darin
penelitian itu sendiri.
III.
Teknik Pengumpulan Data
Sehubungan dengan
metode penelitian di atas, ada beberapa
teknik dan alat yang dipergunakan dalam pengumpulan data. antara lain
melalui observasi dan komunikasi.
1.
Teknik Observasi
(Pengamatan )
Dalam teknik ini peneliti melakukan
pengamatan dan pencatatan yang sistematik terhadap subyek penelitian.
Berdasarkan pelaksanaannya, teknik pengamatan ini dibedakan menjadi :
2.
Teknik pengamatan
langsung
Dalam teknik pengamatan langsung,
pengamatan dilakukan tanpa menggunakan peralatan khusus. Jadi, peneliti
langsung mengamati dan mencatat segala sesuatu yang diperlukan pada saat
terjadinya proses yang dilakukan oleh subyek penelitian.
3.
Teknik pengamatan
tak
langsung
Dalam teknik ini, pengamatan dilakukan
dengan menggunakan peralatan tertentu, mislanya tape recorder. Pengamatan dalam
hal ini, dapat dilakukan dalam situasi sebenarnya maupun buatan, misalnya :
permainan peran (roleplaying) yang direkam dengan kamera.
4.
Teknik pengamatan partisipasi
Dalam teknik ini, peneliti turut mengambil
bagian dalam situasi nyata objek penelitian. Jadi, peneliti masuk ke dalam
situasi pengamatan dan ikut aktif melakukan kegiatan dalam sistem tersebut.
5.
Teknik Komunikasi
Teknik komunikasi digunakan untuk
mendapatkan data primer maupun sekunder. Dalam hal ini, peneliti mengadakan
hubungan (komunikasi) dengan subjek penelitian. Ada dua jenis teknik komunikasi
: yaitu teknik komunikasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung.
Dalam teknik
komunikasi langsung, peneliti berhubungan langsung (tatap muka) dengan subjek
penelitiannya. Sedaangkan pada teknik komunikasi tidak langsung, peneliti
menggunakan media atau pranata tertentu untuk menghubungi subjek penelitiannya.
Komunikasi langsung biasanya dilaksanakan dengan wawancara, dan komunikasi
tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan angket (Questioner).
1. Wawancara
1. Wawancara
Wawancara merupakan
alat pengumpul data untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam wawancara, yaitu :
pewawancara (interviewer), responden (interviewee), pedoman wawancara dan
situasi wawancara.
a. Pewawancara
a. Pewawancara
adalah pengumpul
informasi, oleh karena itu pewawancara diharapkan dapat menyampaikan semua
pertanyaan dengan jelas, merangsang responden untuk menjawab semua pertanyaan,
dan mencatat semua informasi yang dibutuhkan dengan benar.
b. Responden
b. Responden
merupakan pemberi informasi yang diharapkan
dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Untuk itu diperlukan
motivasi atau kesediaan responden menjawab pertanyaan dan hubungan selaras
antara responden dan pewawancara.
c. Pedoman wawancara
c. Pedoman wawancara
yang dipergunakaaan
pewawancara, menguraikan masalah penelitian yang biasanya dituangkan dalam
bentuk pedoman wawancara.
d. Situasi wawancara berkaitan dengan waktu, tempat, kehadiran orang ketiga dan sikap masyarakat umumnya.
d. Situasi wawancara berkaitan dengan waktu, tempat, kehadiran orang ketiga dan sikap masyarakat umumnya.
Waktu dan tetap
yang tidak sesuai dapat menjadikan pewawancara canggung dan responden enggan
menjawab pertanyaan. Adanya orang ketiga, dapat mempengaruhi responden dalam
menjawab, demikian pula dengan sikap masyarakat umum.
e. Angket
e. Angket
Angket merupakan
alat pengumpul data yang biasa digunakan dalam teknik komunikasi tidak
langsung. Artinya, responden secara tidak langsung dihubungi melalui daftar
pertanyaan tertulis yang dikirim dengan media tertentu atau dikirim langsung
oleh si peneliti.
Pada umumnya,
angket ini digunakan dalam penelitian yang respondenya tersebar secara
geografis. Dalam penelitian sosial, angket ini juga berfungsi sebagai pelengkap
pengumpulan data yang diperoleh dengan cara lain.
Tujuan dari
penyebaran angket adalaaaah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai
sesuatu masalah. Hal ini penting agar responden yang menerimanya tidak merasa
khawatir dalam mengisi. Responden tahu dengan jelas informasi tertentu yang
diminta dan tidak merasa khawatir dirinya diuji bila mengisinya.
B.
Pencatatan data
1.
Teknik Pencatatan Narrative
a)
Pengertian pencatatan
narrative
Teknik pencatatan narrative merupakan teknik pengumpulan
(pencatatan) data oleh observer dengan kejadian dan urutan kejadiannya
sebagaimana yang terjadi pada situasi nyata. Teknik ini membantu formulasi
deskripsi yang komprehensif akan perilaku individu.
b)
Anecdotal recording : pencatatan
mencakup apapun yang tampak relevan bagi observer. Cara ini tidak membutuhkan
kerangka waktu, pengkodean atau pengkategorian tertentu.
c)
Running recording : observer mencatat
ketika perilaku muncul
2.
Metode
interval recording
Merupakan salah satu teknik
observasi yang berfokus pada perilaku spesifik dalam waktu yang spesifik pula.
Periode observasi dibagi menjadi beberapa segmen interval (biasanya selama 5
sampai 30 detik, tergantung pada apa yang mau diobservasi). Interval recording
sesuai uuntuk observasi terkontrol dan di dalam laboratorium.
3.
Metode
Event
Recording
Metode event recording dilakukan
dengan cara merekam setiap hal dari perilaku spesifik (specific
behavior) atau kejadian-kejadian yang ingin diukur selama periode
observasi. Event recording merekam sample behavior, dimana unit
pengukurannya adalah perilaku. Dengan kata lain, observer menuggu perilaku atau
kejadian yang ingin diukur itu muncul kemudian mencatatnya. Event recording
terutama digunakan untuk observasi terkontrol dan studi laboratorium.
4.
Rating
Methods
Metode observasi berupa checklist
yang didasarkan pada intensitas perilaku yang diamati. Observer sebelumnya
membuat rating sikap pada skala atau ceklis, dan biasanya hasil perekaman
dicatat di akhir periode observasi. Metode ini membutuhkan kepekaan tinggi pada
subjektivitas observer.
C.
Pengolahan Data
Istilah data merupakan
istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung
arti, yang dihubungkan dengan kenyataan. Data dapat berupa angka-angka,
huruf-huruf, simbol atau bilangan untuk menjadi keluaran atau output yang
diinginkan.
Data juga dapat diartikan suatu fakta atau keterangan yang
jika berdiri sendiri belum mempunyai arti atau nilai. Data dapat dijadikan
kajian analisis atau
kesimpulan.
Menurut Jogiyanto
Hartono (2006:8) data adalah bentuk yang masih mentah,
belum bisa berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah
melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Istilah Pengolahan adalah suatu proses atau kegiatan untuk menghasilkan
keluaran atau output yang diinginkan.Menurut Jogiyanto Hartono (2006:9) pengolahan
(processing) adalah proses data yang diolah melalui suatu model
menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang
lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan dtangkap
sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk
suatu siklus. Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data
processing cycles).
Jadi pengolahan
data (data processing) dapat dikatakan sebagai susunan atau
kumpulan dari hasil kegiatan pikiran dengan bantuan tenaga atau suatu
peralatan, sehingga dapat menghasilkan informasi untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pengolahan data
dapat dilakukan secara manual maupun dengan sistem komputerisasi melalui
berbagai aplikasi pengolah data. Proses pengolahan data seperti memasukkan dan
mengambil data dari dan ke media penyimpanan memerlukan perangkat lunak semacam
sistem manajemen basis data.Secara umum proses pengolahan data menjadi
informasi melalui tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Tiga tahapan
dasar tersebut dikembangkan sebagai berikut.
1.
Penghimpunan
dan pencatatan
data
Tahapan ini berhubungan dengan
proses pengumpulan atau penghimpunan data yang biasanya merupakan proses
pencatatan (recording) data ke dokumen
dasar atau formulir. Penghimpunan data dapat diperoleh melalui
formulir-formulir yang sudah dibuat sebelumnya, seperti formulir penerimaan
siswa baru, formulir pasien rumah sakit, formulir pengajuan pembukaan rekening
bank dan lain
sebagainya.
Tahapan penghimpunan dan
pencatatan data melalui komputerisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan
input data melalui aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Tahapan dari
cara kerja sistem komputer ini adalah data yang telah didapatkan dan
dikumpulkan dimasukkan oleh pemakai atau pengguna pada perangkat input,
kemudian dengan metode tertentu data yang diinputkan diolah atau diproses oleh
perangkat proses dan selanjutnya dihasilkan informasi oleh perangkan keluaran
(output device). Jadi pada dasarnya perangkat keras (hardware) komputer
dibagi menjadi tiga perangkat utama yaitu, input device, prosses device, dan
output device.
2.
Pengklasifikasian
data
Setelah tahapan penghimpunan dan
pencatatan data maka tahapan selanjutnya adalah pengklasifikasian data. Dalam
tahapan ini, data diberi identitas atau diklasifikasikan. Identifikasi tersebut
dapat dilakukan untuk suatu kelompok atau beberapa kelompok dari data tersebut
sehingga nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan.
3.
Penyusunan
data (sorting)
Setelah data-data yang diolah
diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur
atau disusun sedemikian rupa, contohnya mengurutkan data berdasarkan kode
klasifikasinya, berdasarkan nama, tanggal, dan lain sebagainya. Proses ini
dinamakan sorting.
4.
Perhitungan
(calculating)
Tahapan
ini data dihitung atau dikalkulasi seperti pelaksanaan perhitungan atau disebut
juga calculating.
5.
Penyusunan
laporan (summarizing)
Untuk
memungkinkan dilakukan analisis terhadap data atau informasi yang dihasilkan,
diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan
keinginan pemakai informasi.
6.
Penyimpanan
(storing)
Storing atau penyimpanan data dan
informasi yang sejenis kedalam file untuk referensi dimasa yang akan datang
perlu dilakukan. Media penyimpanan ini terdiri dari beberapa macam, disesuaikan
dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti
disk, kartu, dan dokumen. Dapat juga disimpan pada dunia maya.
7.
Pencarian
(retrieving)
Di dalam file yang disimpan,
pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya
terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer.
8.
Komunikasi
(communicating)
Dalam proses pengolahan data
menjadi informasi sampai informasi tersebut dapat dipakai oleh user atau
pengguna, maka diperlukan suatu komunikasi sehingga mempermudah proses
pengolahan data menjadi informasi.
9.
Penggandaan
(reproducing)
Untuk pengamanan apabila data
hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan
dengan penggandaan menggunakan mesin fotocopy, disk maupun magnetic tape.
Penggandaan berarti proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi, kata
menggandakan berarti usaha memperbanyak atau melipatgandakan beberapa kali
dokuemn.
Demikian pula halnya dengan data, data digandakan untuk
keperluan tertentu. Penggandaan data berarti suatu perbuatan menggandakan atau
memperbanyak data sesuai dengan kebutuhan menggunakan alat pengganda.
10. Pendistribusiandata
Pendistribusian data dan inromasi dapat dilakukan bila data sudah
digandakan. Penggandaan data tersebut dilakukan agar data dapat dijadikan
sebagai informasi bagi yang membutuhkannya. Penggandaan dapat dilakukan melalui
media penyimpanan seperti CD, DVD, maupun melalui cetakan dan sebagainya. Hasil
penggandaan data ini kemudian dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap data tersebut sebagai penunjang pekerjaan.
D. Penggandaan data menjadi
informasi
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia Balai Pustaka, ditulis arti kata penggandaan, yakni : proses, cara,
perbuatan menggandakan. Jadi kata menggandakan dapat diartikan, usaha
memperbanyak atau melipatkan beberapa kali dokumen. Dapat diartikan pula penggandaan
dokumen, berarti suatu perbuatan menggandakan atau memperbanyak dokumen sesuai
kebutuhan dengan menggunakan alat
pengganda.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak
sekali kegiatan yang merupakan kegiatan penggandaan, baik itu penggandaan
dokumen tertulis maupun penggandaan dokumen tidak tertulis. Dengan adanya mesin
pengganda ini diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih
efektif dan efisien.
Agar kita dapat mengetahui
berbagai cara yang dapat digunakan untuk menggandakan dokumen dan berbagai alat
untuk menggandakan dokumen sesuai dengan jenis dokumennya, maka kita perlu
mengetahui berbagai jenis dokumen.
Maraknya teknologi digital memberi
pengaruh besar terhadap kecepatan pekerjaan bagi suatu kantor, terutama
pekerjaan kantor yang berhubungan dengan penggandaan dokumen.
Berikut beberapa alat pengganda :
§ Photocopy
§ Stencil mechine
§ Risograph
§ Offset
§ Duplikator typeset
§ Duplikator hektografik dengan alcohol
§ Printer
§ Scanner
§ Mesin ketik
§ Thermocopier
E. Pendistribusian Data Dan
Informasi
Bahwa informasi harus
didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan nya. Dapat mengandung pemberian
dan penentuan waktu informasi yang tepat. Ada beberapa manfaat nya yaitu sbb :
a.
Mempercepat suatu data dan informasi
b.
Mempercepat dalam pengambilan
keputusan
c.
Mempercepat penyelesaian tugas lain
nya
F. Penyimpanan Data Dan
Informasi
Media penyimpanan data adalah bahan
fisik yang di dalamnya tersimpan data, perintah dan informasi yang dipindahkan
dari dalam komputer. Media penyimpanan data disebut dengan istilahstrorage
medium atau media penyimpanan sekunder (secondary storage).
Media penyimpanan juga bisa sebagai
alat masukkan dan alat keluaran, sebagai alat masukkan adalah pada saat data
dan informasi yang ada dalam media penyimpanan dibutuhkan maka akan dibuka di
komputer, proses tersebut menjadi input. Sedangkan menjadi alat
keluaran adalah pada saat data dan informasi yang ada dalam komputer
dipindahkan atau disimpan dalam media penyimpanan. Beberapa jenis media
penyimpanan terdiri dari:
a)
Falshdisk
b)
Memory Card/mini SD RAM
c)
External harddisk
d)
MP3, MP4, MP5
e)
CD/DVD
Semuanya dapat digunakan untuk
menyimpan data, gambar, video musik, dan lainnya.